Dari Pijat Tetangga hingga Menjadi Terapis Stroke
Kisah IB. Haryanto Membantu Pasien Bangkit dari Stroke
Perjalanannya di dunia terapi tidak dimulai dari sebuah rencana besar. Justru semuanya berawal dari hal sederhana: membantu tetangga yang mengalami keseleo.
Awal Perjalanan Menjadi Terapis
Namun dari pengalaman kecil itu muncul sesuatu yang lebih besar. Semakin sering membantu orang lain, semakin kuat pula keinginan dalam dirinya untuk mempelajari keterampilan pengobatan secara lebih serius.
Menurutnya, ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika melihat seseorang yang tadinya kesakitan, kemudian bisa merasa lebih baik setelah dibantu terapi.
“Ada rasa bahagia ketika orang yang kita bantu menjadi lebih sehat.”
Perasaan itulah yang akhirnya membuatnya terus mendalami berbagai teknik terapi hingga menjadikannya sebagai profesi.
Fokus pada Terapi Stroke
Saat ini, terapi stroke menjadi spesialisasi yang paling sering ia tangani. Banyak pasien datang dengan kondisi yang berbeda-beda, mulai dari gangguan gerak ringan hingga kelumpuhan yang cukup berat.
Menurutnya, pasien stroke sering kali membutuhkan lebih dari sekadar terapi fisik. Mereka juga membutuhkan dukungan mental dan harapan untuk kembali bangkit.
Pengalaman yang Paling Berkesan
Dari sekian banyak pasien yang pernah ia tangani, ada satu pengalaman yang sangat membekas dalam ingatannya.
Suatu ketika, seorang pasien datang dengan kondisi stroke hemiplegia yang cukup berat. Pasien tersebut bahkan sempat mengatakan ingin memotong kakinya sendiri karena merasa sudah tidak mampu lagi menggerakkan kaki akibat stroke.
Situasi tersebut tentu bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga menyangkut kondisi mental pasien yang sudah merasa putus asa.
Melihat kondisi itu, IB.Haryanto tidak langsung melakukan terapi biasa. Ia menyarankan agar pasien menjalani program homecare, sehingga terapi bisa dilakukan secara rutin dan bertahap.
Proses Terapi yang Dilakukan
Dalam proses pemulihan pasien tersebut, terapi dilakukan secara bertahap dengan pendekatan kombinasi gerakan pasif. Metode ini bertujuan untuk merangsang kembali saraf dan otot yang mengalami gangguan akibat stroke.
Program terapi dilakukan secara teratur dengan jadwal:
- 3 kali kunjungan setiap minggu
- total 30 kali terapi dalam satu paket
Pendekatan ini menekankan pada konsistensi latihan dan kesabaran dalam proses pemulihan.
Perubahan yang Terjadi pada Pasien
Ia mulai bisa menggerakkan kaki secara perlahan.
Perkembangan tersebut terus berlanjut seiring dengan terapi yang konsisten. Bahkan pada bulan keempat, pasien tersebut sudah mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil.
Ia sudah bisa mengendarai sepeda motor sendiri.
Bagi seorang terapis, melihat perubahan seperti ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Tantangan Menjadi Terapis
Meski banyak pengalaman membahagiakan, profesi terapis juga memiliki tantangan tersendiri.
- sulit diajak berkomunikasi
- merasa putus asa
- percaya bahwa stroke tidak bisa dipulihkan
Dalam situasi seperti ini, seorang terapis tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesabaran dan kemampuan memberi motivasi.
Pentingnya Terapi Kesehatan bagi Masyarakat
Menurutnya, terapi kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
Dengan terapi yang tepat, tubuh dapat tetap terjaga kesehatannya sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik.
Terapi tidak selalu harus dilakukan ketika sakit berat. Justru menjaga kesehatan sejak dini dapat membantu mencegah berbagai gangguan pada tubuh.
Pesan untuk Masyarakat
Menurutnya, tubuh sebenarnya selalu memberikan tanda ketika mulai mengalami kelelahan atau gangguan.
Karena itu masyarakat perlu lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh.
Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut lebih awal, berbagai gangguan kesehatan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Mendirikan Komunitas Terapis ASDTY
Selain aktif menangani pasien, IB.Haryanto juga berperan sebagai pendiri komunitas terapis yang dikenal dengan nama ASDTY (Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta).
Komunitas ini didirikan pada 6 Juli 2022 dengan tujuan mempertemukan para terapis agar dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas pelayanan terapi kepada masyarakat.
Melalui komunitas ini, para terapis diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.
Terapi Adalah Perjalanan Pemulihan
Kisah perjalanan IB.Haryanto menunjukkan bahwa terapi bukan sekadar teknik pengobatan. Lebih dari itu, terapi adalah proses pendampingan yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan keyakinan bahwa pemulihan selalu memiliki kemungkinan.
Setiap pasien memiliki cerita dan perjuangannya sendiri. Dan bagi seorang terapis, melihat pasien kembali mampu bergerak, berjalan, atau menjalani aktivitas sehari-hari merupakan kepuasan tersendiri yang tidak ternilai.
Artikel ini merupakan bagian dari rubrik Cerita Terapis ASDTY, yang menampilkan pengalaman nyata para terapis dalam membantu pemulihan pasien stroke di Yogyakarta.
Lihat juga:
Daftar Terapis Terdaftar ASDTY
Ingin Cerita Terapi Kamu Diterbitkan ASDTY?
.png)




